KEMANUSIAAN DAN PERADABAN


Model Pengelolaan Ekomuseum Kawasan Padanglawas

Penulis  : Rita M. Setianingsih-2022

ISBN      : No. 978-623-99839-0-1, xx +225 hlm.; 14.8 cm x 21 cm

Versi      : Cetakan

Bahasa  : Indonesia

Penerbit : Tangerang Selatan – Masyarakat Arkeologi Maritim Indonesia – 2022

Sitasi      : Rita Margaretha Setianingsih, Lucas Partanda Koestoro, Stefanus (2022). Model Pengelolaan Ekomuseum Kawasan Padanglawas

Ringkasan :

Buku yang asalnya adalah disertasi yang diajukan penulis untuk memperoleh gelar Doktor pada  Program Pascasarjana Universitas Sumatera Utara, Medan  (dengan sandwich programme pada Leiden Universiteit, Belanda), dengan pengkhususan dalam bidang Kajian Lingkungan.  Adapun tujuan penelitiannya adalah mengenali peninggalan-peninggalan monumental yang berasal dari masa klasik Indonesia di kawasan Padanglawas, di wilayah Provinsi Sumatera Utara, dalam hubungan dengan  manusia dan lingkungannya pada masa lalu, serta kajian yang berkenaan dengan upaya pengembangan dan pemanfaatan melalui pemberdayaan peninggalan-peninggalan masa lalu, lingkungan alam, dan masyarakatnya kini sebagai “pemilik kebudayaan”.  Di Indonesia, perkembangan  arkeologi  saat ini sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Pelintasan batas disiplin ilmu juga terjadi dalam rangka pengembangannya. Oleh karena itu pelaksanaan analisis  juga telah menggunakan  pendekatanpendekatan  berbagai cabang ilmu pengetahuan, baik yang masuk dalam ilmu pengetahuan sosial  seperti sosiologi, sejarah, antropologi maupun lainnya. Termasuk juga penggunaan  ilmu-ilmu geologi dan fisika.  Adapun bagi arkeologi dengan bidang kajian candi dan situs percandian serta peninggalan lain dari masa klasik Indonesia (biasa dikenal juga sebagai masa pengaruh budaya Hindu-Buddha), di Indonesia menjadi bagian arkeologi sejarah, tentu memerlukan pendekatan-pendekatan sejarah, filologi, dan lainnya karena berkenaan pula dengan data pertulisan.  Berkenaan dengan itu, maka pada tingkat-tingkat studi yang lebih lanjut, disiplin-disiplin lain harus dicakup dan dikuasai oleh peneliti arkeologi. Ini tentu akan menghasilkan kajian-kajian interdisiplin seperti arkeologi-ekologi, arkeologi-ekonomi, arkeologi-sejarah dan arkeologi-arsitektur. Ini adalah usaha menggali dan melihat masa lalu terkait pemahaman akan masa kini untuk memberi bekal bagi pembentukan arah  ke masa depan.