KEMANUSIAAN DAN PERADABAN


Epos Selat Jawa-Muria

Penulis  : Stefanus, Lucas Partanda Koestoro, Rita Margareta Setianingsih (2025)

ISBN : 978-623-99839-1-8 ; X + 190 hlm. ; 25,5 Cm x 17,5 Cm

Bahasa  : Indonesia

Penerbit : Tangerang Selatan – Masyarakat Arkeologi Maritim Indonesia – 2025

Sitasi      : Stefanus, Lucas Partanda Koestoro, Rita Margaretha Setianingsih (2025). Epos Selat JawaMuria; Kendheng-Demak-Roban dari Jalur Laut, Jalan Pos hingga Tol Trans-Jawa

Ringkasan

Buku ini pada awalnya merupakan kumpulan catatan-catatan lapangan dalam kegiatan eksplorasi tinggalan warisan budaya bawah air dan/atau maritim di wilayah Rembang, Jepara, Demak, Kendal dan Batang. Eksplorasi ini sendiri berjalan selama hampir 3 tahun dari tahun 2021 sampai 2023. Par penulis dalam buku ini kemudian bersepakat untuk catatan lapangan di tuliskan dan di sunting menjadi sebuah buku yang kemudian di beru Judul ”Epos Selat JawaMuria; Kendheng-Demak-Roban dari Jalur Laut, Jalan Pos hingga Tol Trans-Jawa” Adapun tujuan eksplorasi tinggalan warisan budaya di sepanjang lokasi tersebut adalah untuk mengenali kembali peninggalan-peninggalan monumental yang berasal dari masa lalu Indonesia khususnya di kawasan tersebut diatas yang keseluruhannya berlokasi di provinsi Jawa Tengah dalam hubungan dengan manusia dan lingkungannya pada masa lalu, khusus pada aspek kemaritiman dan atau bawah air.
Mulai dari tinggalan yang bersifat kebendaan, sistem pengetahuan, cerita tutur lisan, tradisi, ekosistem vegetasi yang masih tersisa serta gambaran tentang rekonstruksi imaginatif yang dituliskan dalam bentuk epos. Di Indonesia sendiri, dalam kurun dua dasawarsa ini perkembangan ilmu budaya khususnya yang berhubungan dengan arkeologi sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Pelintasan batas disiplin ilmu juga terjadi dalam rangka pengembangannya. Sebuah novelty demikian dalam diskursus pengetahuan. Tulisan tulisan dalam buku ini memberikan cara pandang baru yang gagasannya bahwa ilmu dan pengetahuan harus terus bergerak dan berkembang. Dalam buku ini, para penulis berusaha menyajikan pandangan-pandangan baru dalam sektor maritim dan/atau bawah air dalam khazanah locus pesisir utara Jawa Tengah, yang membentang dari Kabupaten Rembang yang berbatasan dengan Jawa Timur hingga Kabupaten Brebes yang berbatasan dengan Jawa Barat. Tentu dalam tulisan ini dengan penyajian dan sudut pandang yang baru membutuhkan pemahaman baru pula untuk mencerna dan mengkritisi. Harapan itulah yang seharusnya menjadi sebuah perkembangan atas gagasan-gagasan tersebut dapat tumbuh dan terus bergerak. Ini adalah usaha menggali dan melihat masa lalu terkait pemahaman akan masa kini untuk memberi bekal bagi pembentukan arah ke masa depan.